#4

Matahari bersinar hangat karena musim dingin sudah akan berlalu. Taman kampus terasa begitu ramai saat aku keluar dari gedung kuliah. Padahal, sebenarnya Sakura saja belum bermekaran. Apa ini semangat orang Jepang dalam menyambut musim semi seperti Hikaru semalam? Apa ini alasan muda-mudi kampusku berkumpul di sekitar taman? Tetap saja, meski sudah tiga tahun aku menimba ilmu di sini, aku tak juga mengerti.
“Ghita-chan! Ghita-chan!”
Aku berhenti. Menoleh. Yamada – mahasiswa teknik di kampusku berlari mendekat. Aku mengenalnya saat tiba-tiba saja ia datang ke homestay dan mencariku, sekitar setahun yang lalu.
Saat itu, ia memperkenalkan dirinya dan memberitahu maksud kedatangannya adalah untuk meneliti kinerja mahasiswa asing di Tokyo. Dan, dengan senang hati aku membantunya. Dan setelahnya, kami masih tetap berhubungan baik.
Yamada sampai di depanku. Napasnya terengah-engah.
“Tahukah kau, kalau akhiran –chan itu hanya untuk anak kecil? Dan aku heran, kenapa sih, kalian – teman-temanku justru memanggilku begitu? Padahal, aku ‘kan sudah besar, lho!”
“Maaf, itu sudah jadi kebiasaan.”
“Tapi-”
Yamada mengangkat tangannya, mengisyaratkanku untuk berhenti.
“Aku ada kabar untukmu. Mungkin berguna.”
“Apa?”
“Sebentar…”
Yamada mengeluarkan secarik kertas dari tasnya. Ia menyerahkannya padaku. Aku mengambilnya. Membaca tulisannya dengan cukup teliti.
“Universitas kita, akan didatangi beberapa insinyur terbaik dari Indonesia – negaramu! Mereka adalah para lulusan terbaik di bidangnya masing-masing. Rencananya, jika tidak ada halangan, mereka akan kuliah Master di sini, saat musim gugur nanti.”
“Kapan mereka datang ke sini?” tanyaku sambil membaca kertas pemberitahuan itu.
“Tiga hari lagi. Tapi, mereka akan tiba di Tokyo besok malam.”
“Kau tahu siapa saja orang-orangnya?”
Yamada menggeleng.
“Maaf, aku tidak tahu. Panitia sengaja menyembunyikan identitas mereka. Yang aku tahu, hanyalah bidang-bidang mereka.”
“Apa saja?”
“Mesin, Elektro, Sipil, Arsitektur, Kimia, dan Informatika.”
Mesin? Bukankah dulu Pram kuliah itu juga? Apa? Lagi-lagi Pram!
“Ghita-chan, kau tidak apa-apa?”
Lamunanku buyar.
“Yah, tidak apa-apa. Hanya saja, aku berpikiran kok tumben sekali ada kegiatan seperti ini. Memangnya, mereka seberapa pintarnya sehingga bisa kemari?”
“Aku tidak tahu.”
Yamada melirik arlojinya.
“Sudah dulu, ya! Aku masih ada jam kuliah. Aku permisi dulu!”
“Eh, kertas ini bagaimana?”
“Sudah! Simpan saja! Itu untukmu!”
“Terima kasih!”
Yamada tersenyum dan berbalik. Ia bergegas menuju gedung kuliah tekniknya yang letaknya agak jauh.
“Apa itu?” tanya sesosok suara di sampingku. Aku menoleh.
“Hikaru! Sejak kapan kau datang? Tadi kita quiz Pak Yuji, lho!”
“Yah, biar saja. Aku tak peduli. Itu apa?”
Hikaru menunjuk kertas yang diberi Yamada tadi.
“Ini? Ini dari Yamada. Pemberitahuan tentang kunjungan insinyur dari negaraku – Indonesia.”
“Wah, tumben sekali. Coba kulihat!”
Hikaru mencomot kertas di tanganku. Ia membacanya.
“Wah, bagus ini! Kau bisa bertemu dengan teman sebangsamu!”
“Hei! Aku juga sering bertemu jika ada acara di KBRI, lho!”
“Ya, itu aku tahu. Maksudku, teman sebangsa yang asli dan baru datang dari Indonesia. Mereka tentunya Indonesian yang masih segar dan belum terpengaruh.”
“Apa maksudmu?”
“Yah, mereka tentunya lebih tahu kondisi terkini, dan juga membawa informasi yang lebih akurat daripada teman-teman di KBRI-mu itu.”
“Oh.”
“Kau lapar?”
“Lumayan.”
“Ya sudah! Ayo, aku traktir makan!”
“Sebentar, kita beli makanan jadi ‘kan?”
Hikaru menatap tak mengerti. Tapi kemudian, ia tersenyum.
“Sudahlah, kamu jangan khawatir. Aku juga kapok dengan tadi pagi.”
“Baguslah. Ayo pergi!”
“Lain kali, lebih baik kau saja yang terus memasak untuk kita di rumah.”
“Memangnya kenapa?”
“Lebih terjamin!”
“Enak saja, kau!”
Kucubit pinggang Hikaru yang kemudian balas mencubitku.

0 Responses to “#4”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: